Minggu, 18 September 2011

tugas IMF dari smeindonesia.com


Pemkot Palu Diminta Berdayakan Gelandangan

Metrotvnews.com, Palu: Menteri Sosial Salim Seggaf Aljufri meminta Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah memberdayakan gelandangan dan pengemis untuk menekan angka kemiskinan di wilayahnya. “Mereka bisa dilatih bekerja dan diberi bantuan modal,” kata Salim saat memberi bantuan secara simbolis kepada masyarakat miskin di Palu, Sabtu (10/9).
Salim meminta, pemkot menyediakan semacam balai latihan kerja untuk menampung gelandangan dan pengemis. “Kalau mereka (pengemis dan gelandangan) mempunyai kemampuan dan keterampilan, pasti hidupnya lebih sejahtera,” katanya.
Menurut Mensos, keberadaan gelandangan dan pengemis di sejumlah kota di Indonesia mengganggu ketertiban daerah.
Dalam kesempatan itu, Menteri Sosial memberi bantuan sebesar Rp504 juta untuk panti asuhan, gelandangan dan pengemis, serta pemberdayaan tenaga kerja di Kota Palu.
Menteri Sosial sebelumnya pernah beberapa kali datang ke Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah ini dan menyerahkan bantuan kepada masyarakat miskin senilai Rp1 miliar.
Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Palu Djamaluddin Parenrengi berharap bantuan itu bisa mengurangi jumlah gelandangan dan pengemis di wilayahnya. Saat ini di Palu jumlah gelandangan berkisar 10 sampai 15 persen dari 300 jiwa warga Palu.
Djamaluddin mengatakan, bantuan itu bisa tepat sasaran dan bermanfaat bagi para kaum dhuafa. Pemerintah Kota Palu saat ini terus berupaya menertibkan gelandangan dan pengemis yang ada di sejumlah tempat.

Para tuna wisma itu sering ditertibkan petugas Satpol PP Kota Palu agar tidak kembali lagi di tempat mangkalnya. Namun setelah ditertibkan, gelandangan dan pengemis baru mulai bermunculan terutama saat bulan Suci Ramadhan 2011. Gelandangan dan pengemis itu pada umumnya berada di perempatan jalan dan taman-taman kota.(Ant/ICH)


Pendapat saya:
"bila bantuan itu semuanya telah diserahkan sepenuhnya kepada yang memerlukan, sudah pasti jumlah gelandangan dan para pengemis akan jauh berkurang. Tapi sekarang coba kita perhatikan, kemana arah aliran dana tersebut, sampai kah kepada mereka, atau hilang dalam perjalanan???. Ini menjadi tanda tanya besar bagi kita. jangankan penuh, setengah dari aliran dana itu pun bisa jadi tak sampai kepada mereka. Nah kalau sudah begini, apa yang bisa diharapkan lagi. Sebenarnya semua tergantung pada hati nurani pemerintah, dan kemauan untuk berubah dari para pengemis dan gelandangan itu saja."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar